Tuhan Masih Sayangi kami
Rabu, 31 Desember 2008
Hari ini aku menghabiskan hari terakhir di tahun 2008 dengan 4 orang sahabat. kami makan malam di t4 makan favorit di salah satu maLL di kota anging mamiri. dan seperti biasa, kami masing-masing memesan menu yang sama tiap kali ke t4 makan ini. kwetiaw, bakso sapi, mie hokkian, martabak korea adalah menu andalan kami ![]()
Setelah mengisi lambung tengah, kami melangkahkan kaki menuju photo studio di lantai 3 Mall. Nice pics and nice photograher, we like him!
Jam tanganku menunjukkan pukul 9 malam waktu kami memasuki t4 karaoke di depan Mall itu. Dan tak tanggung2 malam itu smua bakat terpendam tersalurkan! mulai dari vocal (walaupun tak seindah mariah carey dan tak sejernih celine dion) sampai 1001 macam goyangan maut! Wakakkakkkkk….tak terbayangkan! ![]()
45 menit sebelum pergantian tahun, kami berlima kluar dari NAV dan memutuskan akan menikmati pergantian tahun ini dengan berjalan kaki. Akhirnya kami menikmati malam tahun baru ini ditemani raungan motor2 di jalan raya dan suara kembang api dan mercon yang mengalahkan suara bunyi tembakan2 di perang Gaza! Begitu Indahnya malam ini dengan hiasan nyala kembang api di seantero langit malam 1 januari 2009!
Fiuh…agak capek juga, tapi karena bertiga jadinya gak terasa capeknya. Tapi ditengah perjalanan, kami tak menyangka akan bertemu dengan kejadian yang sungguh sangat menakutkan! sewaktu kami melewati jalan di komplek perumahan mewah itu, sebuah sepeda motor tiba2 saja berhenti di dekat kami dan seorang pria turun dari goncengan motor tersebut kemudian menodongkan senjata tajamnya (yang akhirnya kami ketahui adalah Badik!) ke arah Tika! Beruntung ratna yang segera sadar akan kejadian itu menarikku, yang diam termangu dan tak sadar sedang di todong, untuk lari. kami berdua menjauh, namun saya segera sadar dan berteriak sekencang-kencangnya (Lebih keras daripada teriakan Tarzan sewaktu memanggil penghuni Hutannya kaliii :D) saya menyuruh Tika untuk lari karna dia hanya terdiam terpaku, seketika itu juga dia lari berlawanan arah dengan kami, si penodong mengejarnya, tapi Syukurlah ada sepasang cewe cowo di depan rumahnya tiba2 mendekati Tika dan seketika itu juga si penodong lari dan kemudian ngacir bersama temannya yang sedari tadi di atas motor meneriakinya untuk segera pergi saja!
Wuih…badanku gemetaran wajahku pucat dan suaraku terbata-bata, kalau membayangkan sebagaimana dekatnya Badik itu ke arah tika…Ya ampun Tuhanku…Jika sesuatu terjadi pada Tika malam itu…saya betul2 tdk bisa memaafkan diriku! karena saya lah yang mengusulkan untuk jalan kaki! Oh, God thanks that YOU still give us alive!
Untungnya di depan kami telah banyak orang2 yang berkumpul di sebuah cafe dekat rumahku, disitu kami bisa bernafas lebih lega. Ternyata sudah ada kejadian sebelum kami dikejar tadi ada tiga orang cewe juga yang dikejar oleh si penodong tadi. Naudzubillah min dzalik…
Rumahku dan cafe itu hanya berjarak beberapa kilometer saja…hujan deras tiba2 turun membasahi wajah dan seluruh tubuh kami, hanya bisa berlari sekuat tenaga, dan sampailah di rumahku. Alhamdulillah Tuhan trimakasih.
Semoga dengan semua kejadian ini, hal2 buruk di tahun 2009 ini terbayarkan di depan (kartu prabayar kaleee… :D) dan demikian juga terhindar dari dosa2. Amin…
Ini betul2 sebuah pembelajaran terbaik di awal tahun ini. Kami diingatkan olehNYA untuk lebih berserah diri mengingatNYA dan satu peringatan yang pasti “HINDARI BERJALAN KAKI DI TENGAH MALAM, MESKIPUN ITU MALAM TAHUN BARU!”
Thanks to GOD ^,^)v