Menjelang 4 Hari

Minggu, 4 Januari 2009

Semalam, mataku sama sekali tak bisa terpejam. Chating dengan sahabat-sahabatku kuakhiri pukul 2 pagi. Kumatikan lampu kamar tidurku dan beranjak menuju pembaringan. Mataku betul-betul tak bisa terpejam! Huah…. Ditanganku masih tergenggam ponsel yang sedari tadi tidak pernah kulepas. I still believe that he will call me or just send me a short text. Kubuka folder berisi foto-foto yang pernah dia kirimkan, kudengar rekaman-rekaman pembicaraan kami ditelpon, dan kubaca semua SMS darinya. Airmata begitu saja keluar tak tertahankan.

Hari ini masih tak ada kabar darinya. Mungkin semua memang sebaiknya berakhir tanpa kata-kata.

Comments (1) »

MImpi yang jadi nyata

Sabtu, 27 Desember 2008

Malam itu, aku melihat beberapa orang yang sama sekali tidak aku kenali, namun aku tahu mereka semua telah meninggal, mungkin mereka adalah keluargaku atau orang-orang yang berada di lingkunganku, akupun tak tahu. Mereka semua berpakaian serba putih. Dan sesaat ketika aku mencoba mengenali wajah-wajah mereka, aku terpaku pada sesosok wajah. Itu KKq! Yah, aku mengenalinya. Dari caranya tersenyum, caranya memandangku, itu dia! Tapi tak berapa lama, dia kemudian berbalik arah. Dia berjalan pergi menjauh. Aku memanggilnya, dia hanya berpaling sekali lalu beranjak lagi. Aku berteriak memanggil namanya, tak terasa air mata mulai mengalir di pipiku. Sayup-sayup kudengar azan subuh, seketika itu pula aku terbangun. Tuhan, aku hanya bermimpi! Namun seakan nyata, saat ku sentuh pipiku, lembab, masih ada sisa-sisa air mata.

Aku mengira itu semua hanya bunga tidur, namun sekarang terjawablah sudah! Dia betul2 pergi menjauh! Menjauh dariku!

Aku tahu semua ini karena keegoisanku, tapi semua apa yang terjadi mungkin memang harus terjadi. Mungkin dia bukanlah yang terbaik bagiku dan begitu pun sebaliknya. Tuhan terimakasih atas segalanya. Meski dalam hatiku masih tersimpan rasa itu, yang mungkin lama akan sirna, tapi aku bersyukur telah pernah memilikinya.

Comments (1) »

Tuhan Masih Sayangi kami

Rabu, 31 Desember 2008

Hari ini aku menghabiskan hari terakhir di tahun 2008 dengan 4 orang sahabat. kami makan malam di t4 makan favorit di salah satu maLL di kota anging mamiri. dan seperti biasa,  kami masing-masing memesan menu yang sama tiap kali ke t4 makan ini. kwetiaw, bakso sapi, mie hokkian, martabak korea adalah menu andalan kami :)
Setelah mengisi lambung tengah, kami melangkahkan kaki menuju photo studio di lantai 3 Mall. Nice pics and nice photograher, we like him!

Jam tanganku menunjukkan pukul 9 malam waktu kami memasuki t4 karaoke di depan Mall itu. Dan tak tanggung2 malam itu smua bakat terpendam tersalurkan! mulai dari vocal (walaupun tak seindah mariah carey dan tak sejernih celine dion) sampai 1001 macam goyangan maut! Wakakkakkkkk….tak terbayangkan! :D
45 menit sebelum pergantian tahun, kami berlima kluar dari NAV dan memutuskan akan menikmati pergantian tahun ini dengan berjalan kaki. Akhirnya kami menikmati malam tahun baru ini ditemani raungan motor2 di jalan raya dan suara kembang api dan mercon yang mengalahkan suara bunyi tembakan2 di perang Gaza! Begitu Indahnya malam ini dengan hiasan nyala kembang api di seantero langit malam 1 januari 2009!

Fiuh…agak capek juga, tapi karena bertiga jadinya gak terasa capeknya. Tapi ditengah perjalanan, kami tak menyangka akan bertemu dengan kejadian yang sungguh sangat menakutkan! sewaktu kami melewati jalan di komplek perumahan mewah itu, sebuah sepeda motor tiba2 saja berhenti di dekat kami dan seorang pria turun dari goncengan motor tersebut kemudian menodongkan senjata tajamnya (yang akhirnya kami ketahui adalah Badik!) ke arah Tika! Beruntung ratna yang segera sadar akan kejadian itu menarikku, yang diam termangu dan tak sadar sedang di todong, untuk lari. kami berdua menjauh, namun saya segera sadar dan berteriak sekencang-kencangnya (Lebih keras daripada teriakan Tarzan sewaktu memanggil penghuni Hutannya kaliii :D) saya menyuruh Tika untuk lari karna dia hanya terdiam terpaku, seketika itu juga dia lari berlawanan arah dengan kami, si penodong mengejarnya, tapi Syukurlah ada sepasang cewe cowo di depan rumahnya tiba2 mendekati Tika dan seketika itu juga si penodong lari dan kemudian ngacir bersama temannya yang sedari tadi di atas motor meneriakinya untuk segera pergi saja!

Wuih…badanku gemetaran wajahku pucat dan suaraku terbata-bata, kalau membayangkan sebagaimana dekatnya Badik itu ke arah tika…Ya ampun Tuhanku…Jika sesuatu terjadi pada Tika malam itu…saya betul2 tdk bisa memaafkan diriku! karena saya lah yang mengusulkan untuk jalan kaki! Oh, God thanks that YOU still give us alive!

Untungnya di depan kami telah banyak orang2 yang berkumpul di sebuah cafe dekat rumahku, disitu kami bisa bernafas lebih lega. Ternyata sudah ada kejadian sebelum kami dikejar tadi ada tiga orang cewe juga yang dikejar oleh si penodong tadi. Naudzubillah min dzalik…

Rumahku dan cafe itu hanya berjarak beberapa kilometer saja…hujan deras tiba2 turun membasahi wajah dan seluruh tubuh kami, hanya bisa berlari sekuat tenaga, dan sampailah di rumahku. Alhamdulillah Tuhan trimakasih.

Semoga dengan semua kejadian ini, hal2 buruk di tahun 2009 ini terbayarkan di depan (kartu prabayar kaleee… :D) dan demikian juga terhindar dari dosa2. Amin…

Ini betul2 sebuah pembelajaran terbaik di awal tahun ini. Kami diingatkan olehNYA untuk lebih berserah diri mengingatNYA dan satu peringatan yang pasti “HINDARI BERJALAN KAKI DI TENGAH MALAM, MESKIPUN ITU MALAM TAHUN BARU!”

Thanks to GOD ^,^)v

No comment »

A Miracle at the end of year 2008

A New year is coming…
Sy ga tau knapa gak ada kabar sdikitpun,,,mungkin sibuk dengan dunia sendiri,,,tapi aku sedikitpun tidak merasa sedih,,,karna ada satu hal yang buatku bahagia di menit2 akhir penghujung tahun 2008,,,satu hal yang menurutku adalah “A miracle at the end of the year 2008…the phone!”
Semankin ku menjauh…semakin dia mendekat….is it YOUR faith…or is it the sign…I don’t know either…but I just want to say Thanks GOD…

No comment »

Tunjuk satu BiNTANG - S07

Coba kau tunjuk satu bintang

S’bagai pedoman langkah kita

Jabat erat hasil karyaku…

Hingga terbias warna syahdu

Akan ku ukir satu kisah tentang kita

Dimana baik dan buruk terangkum oleh indah

Akan ku cerna semua karya cipta kita

Dimana hitam dan putih terbalut oleh hangatnya cinta

Dan bila semua terwujudkan…

Di sisimu s’lalu hariku

PS: Suatu hari, saat dia tlah ada di sisi, kan kuajak dia tuk melihat langit malam dan Tunjuk satu Bintang! (untuk seseorang yang tlh mengisi hariku utk pertama dan terakhir kalinya)

No comment »

Yang terlewatkan

Percuma kumenyesali keadaan

Semuanya takkan kembali

Kenapa Rasa ini datang merasuk..

ketika dia melangkah pergi…

Kenapa Rindu datang merajuk…

Ketika dia tlah jauh…

Mungkinkah ada Kesempatan

tuk ungkap semua padamu

Mungkinkah ada harapan

untuk sekedar kunyatakan

semua rasa dalam diri…

Comments (1) »

What am i looking for?

Apa yang aku cari darinya?
tak ada yang istimewa darinya.
dia tak lebih baik dari orang-orang yang pernah ada dalam hidupku.
mungkin miliki rasa padanya adalah satu kesalahan.

sebuah kebodohan yang mestinya tak kulakukan.
tapi aku tak dapat hindari semuanya.

apa yang ada dalam diriku…
apa yang hati dan pikiranku katakan…
aku pun tak tau.

seandainya dapat kuputar waktu ini
aku memilih tak mengenalnya.
aku memilih tak bertemu dengannya.
aku memilih tuk menolak rasa ini.

tapi ini bukan salah ku.
bukan aku yang inginkan.
semua terjadi begitu saja.
kutau Tuhan ada dibalik semua ini.
dan DIA pasti memberikan yang terbaik dari semua yg terjadi.

hope someday i will…

Comments (1) »

Hidup adalah Pilihan

Hidup ini adalah sebuah pilihan.
Kita telah memilih untuk dilahirkan, berarti kita telah siap menerima segala konsekuensi hidup.
Segala apa yang terjadi dalam hidup, telah dituliskan dalam buku takdir.
Ada banyak jalan yang diberikan olehNYA, dan semua keputusan diserahkan pada kita manusia, namun semua jalan itu bermuara pada satu tujuan, yaitu KEBAJIKAN.
maka janganlah kita mendikte bahwa "Tuhan gak adil" pada saat kita menerima cobaan dalam bentuk apapun.
Karena bagaimanapun DIA gak akan menguji makhluknya diluar batas kemampuan mereka.
(SMA)

No comment »

Finally I’m Free from the Circle! Thanks to you apK!

Finally after years, all bad feeling in my mind blown out like a volcano!
I told everything that stuck in my heart these years past.
And after a long conversation and argumentation here and there, i got what i want!
I’m free from the circle that surround me for so long.
All questions finally got the answers, though I’m not satisfied yet, but all the words came out, have already cleared the problem.
i know, maybe it’s not come from your deeply heart, because i push you to say that. But, i really need that "NO" straight from your mouth. for I can continue my life!
We know that Destiny is a Funny Thing. We’ll never know where the destiny take us.
But, i just want to continue my life, as you are, and all people are.
Pengharapan with all it’s wave, rocks, air, and clouds became the witness of this friendship. Thanks for all.
:)

Comments (1) »

A story of Tears: dedicated to someone

Ada 2 tetes air mata mengalir di sebuah sungai.
1 tetes air mata itu menyapa air mata yang satu lagi,

Air mata 1:  "Saya adalah air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tapi telah kehilangannya. Siapa pula kamu?"

Air mata 2: "Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu saja"

Begitulah kisah dua air mata yang bertemu.
Saat sang gadis mencintai lelaki begitu dalam, apapun  dilakukan, segala cara  ditempuh demi memenangkan hatinya, sacrifice, and tears came up. Tapi apa dayanya, sang lelaki tlah memilih hati yang lain. dan tinggallah sang gadis dengan air matanya. but life must goes on.

Saat sang lelaki mengetahui si gadis mencintainya, ia hanya terdiam, ia telah memberikan hatinya untuk hati yang lain. Namun, entah mengapa airmatanya menetes. mungkin karena ia akhirnya sadari, gadis itu mencintainya tulus lebih dari yang ia tahu.

Semoga para pembaca tidak mengalami hal demikian. jika kalian mencintai seseorang, "Just say it!" karna kita tak pernah akan tahu hatinya, dan kita tak akan pernah tahu kapan kita pergi. Jangan sampai kamu menyesal dan berakhir layaknya dua airmata itu.
(SMA)

Comments (2) »